Kamis, 15 Mei 2008

Mengaktifkan Driver NVidia Ubuntu 8.04 Hardy Heron

Sebelumnya saya ucapkan selamat atas riliesnya ubuntu 8.04 Hardy Heron(red HH)!!!
boot iso hardy heron langsung terhenyak oleh splash instalasinya belum lama setelah itu kembali terhenyak oleh live cd yang dibarengi oleh cara-cara instalasinya, hm...cukup mengesankan bagi saya yang selama ini masih awam sekali di dunia linux, setelah beberapa kali terhenyak oleh kejutan-kejutan yang ada di HH rasa penasaran dan hasrat untuk menginstal muncul begitu kuattt...hehehe :) akhirnya instal juga secara saya memang penggemar ubuntu.
setelah melakukan fresh instal ada suatu masalah muncul sempat kebingungan lirak-lirik di tempat om google mencari sourcelist repository nya akhirnya setelah beberapa hari kemudian ada pengumuman di milis tetangga klo kambing telah rsync repository HH langsung tancap gas alias bandwith ke kambingggg!!!
ok, satu masalah selesai di HH setelah update sourcelist beres tujuan selanjutnya instalasi Driver NVidia secara VGA saya menggunakan NVidia GeForce 6100, buka System >> Administration >> Hardware Drivers lho...kok gak ada drivers bawaan NVidia pengalaman di ubuntu 7.10 telah ada di Restricted Driver Manager, tapi tak apalah masih ada satu cara lagi menggunakan konsol terminal, buka Applications >> Accessories >> Terminal kemudian ketikan sudo apt-get install nvidia-glx-new, setelah terinstal reboot PC dan enable kan driver tersebut di hardware drivers.
Keanehan kembali muncul pada HH ini modul NVidia yang telah terinstal dan telah di enable kan tidak di load oleh kernel HH entah apa sebabnya, ok kemudia saya mencoba untuk mengkonfigurasi xorg dengan mengetikan sudo dpkg-reconfigure xserver-xorg ternyata masalah tersebut tidak berhasil dilakukan karena modul NVidia tetap tidak di load oleh kernel dan resolusi HH tetap 640x384.
Setelah beberapa hari mencari solusi bertanya ke mbah google dan beberapa ahli linux akhirnya ada seorang dosen memberikan solusi yang cermelang meskipun klo di rasa solusi yang diberikan kurang begitu menyakinkan tetapi patut dicoba hehehe :) begini solusi yang beliau berikan coba anda install ubuntu 7.10 yang telah terinstal driver NVidia kemudian copy paste kan konfigurasi file xorg.conf nya yang terletak di /etc/X11/xorg.conf ke /etc/X11/ nya HH kemudia reboot PC anda, hm...,ternyata berhasillll huhuuuyyyy modul NVidia langsung di load oleh kernel HH top markotop hehehe ;)
tapi 2 hari kemudian di milist tetangga masalah ini menjadi bahan pembicaraan ada seorang member memberikan jawaban tentang masalah ini ternyata eh ternyata untuk mengkonfigurasi xorg di HH menggunakan perintah sudo displayconfig-gtk beresss dah (tapi saya belum mecobanya)!!hehehe ;)

Rabu, 23 April 2008

Bersepeda adalah pekerjaanku kuliah adalah hobiku

ketika teringat kata-kata dari pak amri Bersepeda adalah pekerjaanku konsultan adalah hobiku saya jadi terinspirasi membuat judul diatas, ternyata benar setelah merasakan sekitar satu bulan menjalankan aktivitas baru itu saya merasakan manfaat yang sungguh luar biasa selain olahraga menjadikan tubuh menjadi segar dan bugar tentunya, sehat jasmani dan rohani karena setelah bersepeda kegiatan beribadah saya Alhamdulillah mengalami peningkatan, tetapi juga dapat menjalin tali silaturahim dan saling bertukar informasi tidak hanya seputar sepeda tetapi juga sampai ke masalah pekerjaan dan bahkan masalah kuliah ke sesama pesepeda, itu yang menjadikan bersepeda mempunyai manfaat yang sangat luar biasa.

minggu 20 April 2008 tepat satu bulan saya menjalankan aktivitas bersepeda, ada seorang teman menginformasikan bahwa hari itu ada pergelatan bertajuk SimpatiZone Bike Adventure di dago pakar tapi sayang saya kehabisan untuk mendapatkan formulir pendaftaran tapi tak apalah pikir saya toh saya juga sudah mempunyai agenda bahwa pada hari itu memang akan bersepeda ke dago pakar bersama teman-teman UNIKOM bike to campus, foto-foto lainnya bisa dilihat di sini
tepat jam 06.30 kita start dari kampus tercinta unikom kita menuju Warung Bandrek dago pakar (tempat biasa kumpul para pesepeda di bandung), dengan bersemangat kita melalu jalur yang menanjak yang cukup membuat nafas kita tersenggal-senggal bila belum terbiasa tapi kita tetap semangat....


Berani Terima Tantangan,Bagaimana Menurut Anda????
maaf pak amri kata-katanya dikutip!!!

Selasa, 01 April 2008

DHCP Server Ubuntu 7.10 GutsyGibbon

Pada dasarnya membuat sebuah DHCP Server pada ubuntu 7.10 sangatlah mudah dan tidak terlalu rumit, cukup melakukan beberapa langkah dan konfigurasi saja kita sudah bisa membuat sebuah DHCP Server. berikut langkah-langkah yang telah saya ujicobakan. Dalam pembuatan DHCP server ini saya menggunakan spesifikasi komputer sebagai berikut : processor AMD Athlon64 3000+, RAM 1Gb, dan lancard Nvidia onboard. Untuk komputer client saya menggunakan spesifikasi sebagai berikut : processor AMD Sempron, RAM 128Mb, lancard Nvidia onboard.
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah tentunya adalah menginstall aplikasi DHCP pada komputer kita, setelah aplikasi DHCP terinstall kemudian kita lakukan beberapa konfigurasi pada dhcpd.conf, berikut uraiannya :
1. sakrasemangat@muslim-desktop$ sudo gedit /etc/dhcpd.conf
kemudian isikan script seperti di bawah ini yang tentunya harus anda sesuaikan dengan network anda :
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
subnet 192.168.3.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.3.100 192.168.3.150;
option-broadcast-address 192.168.3.255;
option routers 192.168.3.254;
}
2. kemudian lakukan restart network anda
sakrasemangat@muslim-desktop$ sudo /etc/inet.d/networking restart
3. kemudian restart dhcp anda
sakrasemangat@muslim-desktop$ sudo /etc/inet.d/dhcp restart
Setelah melakukan konfigurasi diatas tentunya langkah terakhir yang harus anda lakukan adalah menghubungkan komputer client dengan server.
Selamat mencoba!!!

Berani terima tantangan, bagaimana menurut anda???

Sabtu, 08 Maret 2008

TERNYATA......

ditulis oleh : Firliana putri <firlianaputri@yahoo.com>
dikutip dari : milis cyber-santri Daarut Tauhiid

Coba Anda amati, dalam pergaulan sehari-hari di manapun kita berada, sering tanpa sadar ada satu topik pembicaraan (baik yang menyangkut diri masing-masing pembicara maupun orang yang berada di luar pembicara yaitu sebagai obyek pembicaraan) mengenai kesuksesan hidup yang telah dicapai.

Kesuksesan hidup yang saya maksudkan dalam pembicaraan- pembicaraan yang terjadi biasanya berkisar pada : seberapa tinggi karir/jabatan/ kedudukan yang dikuasai saat ini, seberapa banyak dan mahal merek dan tipe mobil yang dimiliki, seberapa bagus dan megah rumah yang dimiliki, seberapa mahal dan beken tempat bersekolah anak-anaknya serta seberapa-seberapa yang lain. Itulah yang biasanya diasosiasikan sebagai kesuksesan. Wah... hebat ya si Fulan sekarang mobilnya dah ganti Alphard, Si Fulanah sekarang karir suaminya moncer lho, diangkat jadi kepala cabang, Enak ya Dia, bonus tahunannya belasan juta dan sebagainya.

Apakah hal tersebut salah ? Saya tidak dalam kapasitas menghakimi salah dan benar, tetapi hanya ingin berbagi perasaan dan sikap hati kita dalam menghadapi situasi pembicaraan yang seperti itu dalam pergaulan kita sehari-hari.

" Keinginan "

Kalau mendengar sesuatu yang sepertinya nyaman, enak dan mudah yang belum pernah kita rasakan dan miliki, biasanya kita pasti ingin juga merasakan yang seperti itu. Menurut saya keinginan itu boleh-boleh saja, asalkan :
  1. Keinginan tersebut harus segera dipotong agar tidak menjadi khayalan yang menyebabkan kita panjang angan-angan, sebab situasi yang kita inginkan tersebut juga tentu ada cobaan di dalamnya yang kita tidak tahu. Kata orang-orang tua jaman dulu : Urip kuwi sawang-sinawang, orang lain yang kelihatannya enak belum tentu demikian, ada masalahnya juga.
  2. Keinginan tersebut jangan sampai menyebabkan kita berkeluh kesah / ngresulo / tidak ridho atas situasi dan kondisi yang saat ini kita jalani. Karena bagaimanapun apa yang kita terima dan jalani saat ini adalah yang terbaik bagi kita yang Allah berikan. Bukankah setiap detik kehidupan kita adalah pemberianNya yang harusnya kita syukuri ? Bukankah rasa syukur kita merupakan wadah untuk menerima nikmat yang lebih besar dariNya ? Jangan melihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah. Masih banyak saudara-saudara kita yang hidup jauh di bawah kelayakan.
  3. Keinginan tersebut bisa kita jadikan cita-cita yang harus diiringi juga dengan ikhtiar dalam arti harus kita siapkan strategi dan tahapan pencapiannya dengan tidak lupa hati kita berserah kepadaNya. Boleh jadi keinginan yang menjadi cita-cita tersebut merupakan pertanda bahwa Allah memang akan menganugerahi kita sesuai yang kita cita-citakan.
"Ternyata.....!!!!"

Ini rahasia lho.... jangan bilang siapa-siapa, orang-orang yang mencapai kesuksesan hidup sebagaimana yang sering diperbincangkan orang, umpama dari kalangan militer dia itu jendral, panglima lagi, umpama dari kalangan pengusaha, dia itu top bangetlah pokoknya, omsetnya per bulan triliunan rupiah, umpama dari kalangan trainer, dia itu trainer kelas atas yang alumni pelatihannya sudah mencapai puluhan ribu orang, umpama dari kalangan artis sinetron, dia itu tarif per episodenya mencapai puluhan juta rupiah atau juga dari kalangan lain yang dianggap sukses dan menjadi standar kemewahan hidup bagi banyak orang, ternyata akhirnya mati juga. Jatah ruang dan waktu baginya habis di dunia ini.

Ternyata... hidup itu menunggu mati.

Ternyata... mati itu berarti kembali, kembali kepada yang memiliki.

Ternyata... yang memiliki itu Allah.

Ternyata... masa depan kita dan masa depan hidup ini adalah Allah

Ternyata... cita-cita kita salah jika bukan Allah.

Ternyata... semuanya sia-sia jika tidak dengan Allah.

Ternyata... semuanya sia-sia jika tidak bersama Allah.

Ternyata... semuanya sia-sia jika tidak untuk Allah.

Ternyata... Allah itu sangat sayang pada kita.

Ternyata... Allah sudah siapkan segalanya bagi kita.

Ternyata... Allah saja yang ada yang lain tidak ada, subhanallah.

Ternyata... Allah juga di balik semua yang ada, alhamdulillah.

Ternyata... habis sudah kita dihadapanNya.

Minggu, 03 Februari 2008

TULISAN SETAJAM PISAU….

Sebilah pisau punya efek negatif dan positif. Tergantung pemakainya, bila berada di tangan orang yang baik-baik akan termanfaatkan untuk yang baik-baik minimalnya aktivitas yang memang diperlukan. Bisa untuk memotong kambing kurban, memotong daging dan sayur mayor serta yang lain-lain. Tapi gawat, jika pisau jatuh ke tangan perampok berwatak jahat, pisau bisa digunakan untuk memalak orang, menggorok leher, atau menusuk tubuh orang lain, pisau pun bersimbah darah. Demikian pula, pisau menjadi sesuatu yang mengerikan jika dipakai oleh seseorang yang kurang tahu fungsinya, misalnya digunakan oleh seorang anak kecil yang belum tamyiz untuk bermain-main, diputar-putar, diacung-acungkan ke teman-temannya, Ngeri bukan?

Nah, demikian pula sebuah tulisan, bisa menghasilkan hal yang baik-baik bisa juga sebaliknya. Pena tadi akan menghasilkan kebaikan dan pahala jika digunakan untuk menulis yang baik-baik, mendakwahi orang, menerangkan kebaikan, mengajak orang untuk beribadah kepada Allah, mengubungkan silaturahim, dan lain-lain. Namun pena akan menghasilkan dosa jika digunakan untuk kejahatan, memprovokasi massa, melecehkan agama Allah dan pemeluknnya, mengumbar pornografi, menyebarkan ajaran sesat, ataupun mengumpat serta sumpah serapah pada orang lain.

Terkadang juga terjadi, karena kekuranganmampuan menggunakan bahasa tulis yang tepat seseorang terlihat seperti melakukan keburukan. Karenanya dalam dalam menulis diperlukan proses koreksi atau editing sebelum diluncurkan, demi meminimalkan kesalahan. Proses editing ini begitu urgen sekalgus memegang kunci pokok hitam putih sebuah tulisan. Akhirnya, budaya menulis (yang baik-baaik) adalah aktivitas yang perlu terus dikembangkan, dan proses ini harus didahului dengan proses membaca dan belajar, semakin banyak kita berlatih menulis, maka tulisan kita akan semakin bagus, semakin kita banyak membaca maka tulisan kita akan semakin bermakna