Selasa, 01 April 2008

DHCP Server Ubuntu 7.10 GutsyGibbon

Pada dasarnya membuat sebuah DHCP Server pada ubuntu 7.10 sangatlah mudah dan tidak terlalu rumit, cukup melakukan beberapa langkah dan konfigurasi saja kita sudah bisa membuat sebuah DHCP Server. berikut langkah-langkah yang telah saya ujicobakan. Dalam pembuatan DHCP server ini saya menggunakan spesifikasi komputer sebagai berikut : processor AMD Athlon64 3000+, RAM 1Gb, dan lancard Nvidia onboard. Untuk komputer client saya menggunakan spesifikasi sebagai berikut : processor AMD Sempron, RAM 128Mb, lancard Nvidia onboard.
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah tentunya adalah menginstall aplikasi DHCP pada komputer kita, setelah aplikasi DHCP terinstall kemudian kita lakukan beberapa konfigurasi pada dhcpd.conf, berikut uraiannya :
1. sakrasemangat@muslim-desktop$ sudo gedit /etc/dhcpd.conf
kemudian isikan script seperti di bawah ini yang tentunya harus anda sesuaikan dengan network anda :
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
subnet 192.168.3.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.3.100 192.168.3.150;
option-broadcast-address 192.168.3.255;
option routers 192.168.3.254;
}
2. kemudian lakukan restart network anda
sakrasemangat@muslim-desktop$ sudo /etc/inet.d/networking restart
3. kemudian restart dhcp anda
sakrasemangat@muslim-desktop$ sudo /etc/inet.d/dhcp restart
Setelah melakukan konfigurasi diatas tentunya langkah terakhir yang harus anda lakukan adalah menghubungkan komputer client dengan server.
Selamat mencoba!!!

Berani terima tantangan, bagaimana menurut anda???

Sabtu, 08 Maret 2008

TERNYATA......

ditulis oleh : Firliana putri <firlianaputri@yahoo.com>
dikutip dari : milis cyber-santri Daarut Tauhiid

Coba Anda amati, dalam pergaulan sehari-hari di manapun kita berada, sering tanpa sadar ada satu topik pembicaraan (baik yang menyangkut diri masing-masing pembicara maupun orang yang berada di luar pembicara yaitu sebagai obyek pembicaraan) mengenai kesuksesan hidup yang telah dicapai.

Kesuksesan hidup yang saya maksudkan dalam pembicaraan- pembicaraan yang terjadi biasanya berkisar pada : seberapa tinggi karir/jabatan/ kedudukan yang dikuasai saat ini, seberapa banyak dan mahal merek dan tipe mobil yang dimiliki, seberapa bagus dan megah rumah yang dimiliki, seberapa mahal dan beken tempat bersekolah anak-anaknya serta seberapa-seberapa yang lain. Itulah yang biasanya diasosiasikan sebagai kesuksesan. Wah... hebat ya si Fulan sekarang mobilnya dah ganti Alphard, Si Fulanah sekarang karir suaminya moncer lho, diangkat jadi kepala cabang, Enak ya Dia, bonus tahunannya belasan juta dan sebagainya.

Apakah hal tersebut salah ? Saya tidak dalam kapasitas menghakimi salah dan benar, tetapi hanya ingin berbagi perasaan dan sikap hati kita dalam menghadapi situasi pembicaraan yang seperti itu dalam pergaulan kita sehari-hari.

" Keinginan "

Kalau mendengar sesuatu yang sepertinya nyaman, enak dan mudah yang belum pernah kita rasakan dan miliki, biasanya kita pasti ingin juga merasakan yang seperti itu. Menurut saya keinginan itu boleh-boleh saja, asalkan :
  1. Keinginan tersebut harus segera dipotong agar tidak menjadi khayalan yang menyebabkan kita panjang angan-angan, sebab situasi yang kita inginkan tersebut juga tentu ada cobaan di dalamnya yang kita tidak tahu. Kata orang-orang tua jaman dulu : Urip kuwi sawang-sinawang, orang lain yang kelihatannya enak belum tentu demikian, ada masalahnya juga.
  2. Keinginan tersebut jangan sampai menyebabkan kita berkeluh kesah / ngresulo / tidak ridho atas situasi dan kondisi yang saat ini kita jalani. Karena bagaimanapun apa yang kita terima dan jalani saat ini adalah yang terbaik bagi kita yang Allah berikan. Bukankah setiap detik kehidupan kita adalah pemberianNya yang harusnya kita syukuri ? Bukankah rasa syukur kita merupakan wadah untuk menerima nikmat yang lebih besar dariNya ? Jangan melihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah. Masih banyak saudara-saudara kita yang hidup jauh di bawah kelayakan.
  3. Keinginan tersebut bisa kita jadikan cita-cita yang harus diiringi juga dengan ikhtiar dalam arti harus kita siapkan strategi dan tahapan pencapiannya dengan tidak lupa hati kita berserah kepadaNya. Boleh jadi keinginan yang menjadi cita-cita tersebut merupakan pertanda bahwa Allah memang akan menganugerahi kita sesuai yang kita cita-citakan.
"Ternyata.....!!!!"

Ini rahasia lho.... jangan bilang siapa-siapa, orang-orang yang mencapai kesuksesan hidup sebagaimana yang sering diperbincangkan orang, umpama dari kalangan militer dia itu jendral, panglima lagi, umpama dari kalangan pengusaha, dia itu top bangetlah pokoknya, omsetnya per bulan triliunan rupiah, umpama dari kalangan trainer, dia itu trainer kelas atas yang alumni pelatihannya sudah mencapai puluhan ribu orang, umpama dari kalangan artis sinetron, dia itu tarif per episodenya mencapai puluhan juta rupiah atau juga dari kalangan lain yang dianggap sukses dan menjadi standar kemewahan hidup bagi banyak orang, ternyata akhirnya mati juga. Jatah ruang dan waktu baginya habis di dunia ini.

Ternyata... hidup itu menunggu mati.

Ternyata... mati itu berarti kembali, kembali kepada yang memiliki.

Ternyata... yang memiliki itu Allah.

Ternyata... masa depan kita dan masa depan hidup ini adalah Allah

Ternyata... cita-cita kita salah jika bukan Allah.

Ternyata... semuanya sia-sia jika tidak dengan Allah.

Ternyata... semuanya sia-sia jika tidak bersama Allah.

Ternyata... semuanya sia-sia jika tidak untuk Allah.

Ternyata... Allah itu sangat sayang pada kita.

Ternyata... Allah sudah siapkan segalanya bagi kita.

Ternyata... Allah saja yang ada yang lain tidak ada, subhanallah.

Ternyata... Allah juga di balik semua yang ada, alhamdulillah.

Ternyata... habis sudah kita dihadapanNya.

Minggu, 03 Februari 2008

TULISAN SETAJAM PISAU….

Sebilah pisau punya efek negatif dan positif. Tergantung pemakainya, bila berada di tangan orang yang baik-baik akan termanfaatkan untuk yang baik-baik minimalnya aktivitas yang memang diperlukan. Bisa untuk memotong kambing kurban, memotong daging dan sayur mayor serta yang lain-lain. Tapi gawat, jika pisau jatuh ke tangan perampok berwatak jahat, pisau bisa digunakan untuk memalak orang, menggorok leher, atau menusuk tubuh orang lain, pisau pun bersimbah darah. Demikian pula, pisau menjadi sesuatu yang mengerikan jika dipakai oleh seseorang yang kurang tahu fungsinya, misalnya digunakan oleh seorang anak kecil yang belum tamyiz untuk bermain-main, diputar-putar, diacung-acungkan ke teman-temannya, Ngeri bukan?

Nah, demikian pula sebuah tulisan, bisa menghasilkan hal yang baik-baik bisa juga sebaliknya. Pena tadi akan menghasilkan kebaikan dan pahala jika digunakan untuk menulis yang baik-baik, mendakwahi orang, menerangkan kebaikan, mengajak orang untuk beribadah kepada Allah, mengubungkan silaturahim, dan lain-lain. Namun pena akan menghasilkan dosa jika digunakan untuk kejahatan, memprovokasi massa, melecehkan agama Allah dan pemeluknnya, mengumbar pornografi, menyebarkan ajaran sesat, ataupun mengumpat serta sumpah serapah pada orang lain.

Terkadang juga terjadi, karena kekuranganmampuan menggunakan bahasa tulis yang tepat seseorang terlihat seperti melakukan keburukan. Karenanya dalam dalam menulis diperlukan proses koreksi atau editing sebelum diluncurkan, demi meminimalkan kesalahan. Proses editing ini begitu urgen sekalgus memegang kunci pokok hitam putih sebuah tulisan. Akhirnya, budaya menulis (yang baik-baaik) adalah aktivitas yang perlu terus dikembangkan, dan proses ini harus didahului dengan proses membaca dan belajar, semakin banyak kita berlatih menulis, maka tulisan kita akan semakin bagus, semakin kita banyak membaca maka tulisan kita akan semakin bermakna

KESABARAN TANPA BATAS

Kesenangan dan kesedihan, tawa dan air mata adalah dua hal yang senantiasa menghiasi lembaran hidup kita. Dengan keduanya Allah SWT menguji hamba-hambaNya, yang akhirnya akan diketahui siapakah insan yang beriman. Merekalah orang-orang yang bersyukur tatkala mendulang nikmatNya dan bersabar manakala cobaan melanda diri. Namun, sabar adalah kata yang begitu ringan diucap, berat diamalkan. Karena sesuatu yang disebut bersabar adalah jika mampu menjalani musibah itu tanpa menyertakan keluhan kepada makhluk. Bila mau jujur, kita sering belum mampu bersabar, karena masih ternyata masih banyak keluhan yang kita ucapkan di setiap ujian yang Allah timpakan kepada kita, baik keluhan itu berupa ungkapan penolakan aau tidak terima terhadap takdir yang kita sampaikan kepada orang-orang di sekitar kita, ataupun yang kita simpan sendiri di dalam hati. Apabila kita mau menengok perjalanan nabi dan para sahabat, maka sungguh akan kita dapati bahwa ujian yang terjadi pada kita sangat jauh lebih ringan dibandingkan dengan ujian yang menimpa mereka. Sehingga sangatlah tidak pantas jika kita mengeluh dengan hal yang ringan ini. Lantas apa yang membuat mereka begitu bersabar dalam menjalani cobaanNya? Diantaranya adalah karena mereka sangat yakin bahwa Allah akan membalas kesabaran mereka dengan sesuatu yang jauh lebih berharga yaitu pahala tanpa batas.

Firman Allah SWT yang artinya, “Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)

Disamping itu Allah menjanjikan sebuah tempat kesudahan yang baik yaitu surge And bagi orang-orang yang bersabar.

Maka, kerugian bagi orang-orang yang lebih menuruti hawa nafsu dengan tidak bersabar atas ujian yang ditimpakan RabNya, yang bermakna ia telah menyia-nyiakan pahala dan surgaNya serta janji Allah, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar”

Kesabaran sungguh berbalas tanpa batas.

*) dikutip dari majalah elfata

Mengembalikan GRUB UBUNTU

Pengalaman waktu install Linux pertama kali dengan dual boot (w*****s&ubuntu), dan sewaktu si w*****s saya install ulang ternyata GRUB dari ubuntu saya hilang, nah mungkin cara ini bisa di coba buat sahabat-sahabat yang pernah mengalami hal serupa:

1. boot live cd ubuntu
2. setelah masuk live session buka Applications>>Accsesories>>Terminal
3. ketik "sudo grub"
sakrasemangat@muslim-desktop:~$ sudo grub
[ Minimal BASH-like line editing is supported. For
the first word, TAB lists possible command
completions. Anywhere else TAB lists the possible
completions of a device/filename. ]

grub> find /boot/grub/stage1 (enter)>>>>untuk mengetahui dipartisi mana GRUB di instal
setelah di enter akan muncul partisi yang terinstall GRUB sebelumnya, contoh:
grub> find /boot/grub/stage1
(hd0,2)

grub>
kemudian langkah selanjutnya...
grub>root (hd0,2)
*)hd0 disini menunjukkan bahwa komputer mempunyai satu buah harddisk
*)angka 2 menunjukkan partisi dimana GRUB terinstal sebelumnya
langkah selanjutnya....
grub>setup (hd0)
langkah terakhir...
grub>quit kemudian restart dech...

InsyaAllah setelah komputer restart GRUB akan kembali seperti semula...

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!!!