Sabtu 29 November 2008 saya berkesempatan hadir di acara ubuntu 8.10 intrepid ibex release party, yang diselenggarakan oleh sahabat-sahabat CCI (Central Computer Improvement) maaf klo salah Institut Manajemen Telekomunikasi (red.IMT) Bandung. pada acara tersebut kang Rolly sebagai pemateri seminar dan demo instalasi ubuntu 8.10 dan bapak herry selaku pembina CCI IMT yang berbagi pengalaman beliau menggunakan linux dan meracuni staff dosen pengajar di kampus IMT untuk menggunakan linux sebagai sistem operasi.
para peserta yang didominasi sahabat-sahabat mahasiswa/i IMT pun terlihat cukup antusias menyimak penjelasan dari kang Rolly tentang apa sich itu ubuntu, maaf nich belum ada foto-fotonya nunggu upload dari panitia ajaaahh soalnya tadi ngeliat ada tukang foto profesional kayaknya!! hehehehe
oke segitu aja laporan dari ubuntu 8.10 Intrepid Ibex Release Party dari Institut Manajemen Telekomunikasi Bandung sakra melaporkan.
Sampai jumpa di release party ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope yang kabarnya telah melewati release versi alpha 1 beberapa hari yang lalu!!!
salam berjuta linux...
"No Sweeping Please, Gue Pake Linux Tau!!!"
Sabtu, 29 November 2008
kronologger.com
mendapat informasi dari blog pak hery sufehmi berjudul kronologger.com hm...,bagus juga kayaknya nich dan patut dicoba, ternyata yang dimaksud itu aplikasi sejenis sms gateway bebasis web!!! sekejap setelah registrasi trus aktivasi via hape dengan cara ketik reg kron kirim ke 3689 wow...,udah bisa kirim posting nich via hape asyik...asyik...!!
ayoooo rame-rame jadi kronologger,,,,
salam berjuta ngekron!!!
ayoooo rame-rame jadi kronologger,,,,
salam berjuta ngekron!!!
Jumat, 21 November 2008
Belajar dari seekor kura-kura
kamis 21 november tepat pukul 19.56 wib...,aku mendapat sebuah email dari seorang sahabat yang sekarang khabarnya beliau sekarang ada di negara tetangga di negeri seribu kanguru imanda_amalia@xxxxx.com.au, apa khabar sahabatku??? terima kasih ya emailnya....:D
email itu berjudul "Belajar dari seekor kura-kura" setelah membaca email tersebut woww...,fantastis sekali isinya meskipun terlihat sederhana tapi mengandung pelajaran hidup yang harus kita contoh, dan terbesit dalam hati untuk membagi sebuah pelajaran ini ke sahabat-sahabat semua!
RUMAH
(http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/rumah.htm)
turtle-too
Seekor kura-kura tampak tenang ketika merayap di antara kerumunan penghuni hutan lain. Pelan tapi pasti, ia menggerakkan keempat tapak kakinya yang melangkah sangat lamban: “Plak…plak…plak…!”
Tingkah kura-kura itu pun mengundang reaksi hewan lain. Ada yang mencibir, tertawa, dan mengejek. “Hei, kura-kura! Kamu jalan apa tidur!” ucap kelinci yang terlebih dulu berkomentar miring. Spontan, yang lain pun tertawa riuh.
“Hei, kura-kura!” suara tupai ikut berkomentar. “Kalau jalan jangan bawa-bawa rumah. Berat tahu!” Sontak, hampir tak satu pun hewan yang tak terbahak. “Ha..ha..ha..ha! Dasar kura-kura lamban!” komentar hewan-hewan lain kian marak.
Namun, yang diejek tetap saja tenang. Kaki-kakinya terus melangkah mantap. Sesekali, kura-kura menoleh ke kiri dan kanan menyambangi wajah rekan-rekannya sesama penghuni hutan. Ia pun tersenyum. “Apa kabar rekan-rekan?” ucap si kura-kura ramah.
“Teman, tidakkah sebaiknya kau simpan rumahmu selagi kamu jalan. Kamu jadi begitu lambat,” ucap kancil lebih sopan. Ucapan kancil itulah yang akhirnya menghentikan langkah kura-kura. Ia seperti ingin mengucapkan sesuatu.
“Tak mungkin aku melepas rumahku,” suara kura-kura begitu tenang. “Inilah jatidiriku. Melepas rumah, berarti melepas jatidiri. Inilah aku. Aku akan tetap bangga sebagai kura-kura, di mana pun dan kapan pun!” jelas si kura-kura begitu percaya diri.
**
Menangkap makna hidup sebagai sebuah pertarungan, memberikan sebuah kesimpulan bahwa merasa tanpa musuh pun kita sebenarnya sedang bertarung. Karena musuh dalam hidup bisa berbentuk apa pun: godaan nafsu, bisikan setan, dan berbagai stigma negatif. Inilah pertarungan yang merongrong keaslian jatidiri: sebagai muslim, aktivis, dan dai.
Pertarungan tanpa kekerasan ini bisa berakibat fatal dibanding terbunuh sekali pun. Karena orang-orang yang kalah dalam pertarungan jatidiri bisa lebih dulu mati sebelum benar-benar mati. Ia menjadi mayat-mayat yang berjalan.
Bagian terhebat dari pertarungan jatidiri ini adalah orang tidak merasa kalah ketika sebenarnya ia sudah mati: mati keberanian, mati kepekaan, mati spiritual, mati kebijaksanaan, dan mati identitas.
Karena itu, tidak heran jika kura-kura begitu gigih mempertahankan rumah yang membebaninya sepanjang hidup. Walaupun karena itu, ia tampak lamban. Walaupun ia diserang ejekan. Kura-kura punya satu prinsip yang terus ia perjuangkan: inilah aku! Isyhaduu biannaa muslimiin. (mnuh)
email itu berjudul "Belajar dari seekor kura-kura" setelah membaca email tersebut woww...,fantastis sekali isinya meskipun terlihat sederhana tapi mengandung pelajaran hidup yang harus kita contoh, dan terbesit dalam hati untuk membagi sebuah pelajaran ini ke sahabat-sahabat semua!
RUMAH
(http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/rumah.htm)
turtle-too
Seekor kura-kura tampak tenang ketika merayap di antara kerumunan penghuni hutan lain. Pelan tapi pasti, ia menggerakkan keempat tapak kakinya yang melangkah sangat lamban: “Plak…plak…plak…!”
Tingkah kura-kura itu pun mengundang reaksi hewan lain. Ada yang mencibir, tertawa, dan mengejek. “Hei, kura-kura! Kamu jalan apa tidur!” ucap kelinci yang terlebih dulu berkomentar miring. Spontan, yang lain pun tertawa riuh.
“Hei, kura-kura!” suara tupai ikut berkomentar. “Kalau jalan jangan bawa-bawa rumah. Berat tahu!” Sontak, hampir tak satu pun hewan yang tak terbahak. “Ha..ha..ha..ha! Dasar kura-kura lamban!” komentar hewan-hewan lain kian marak.
Namun, yang diejek tetap saja tenang. Kaki-kakinya terus melangkah mantap. Sesekali, kura-kura menoleh ke kiri dan kanan menyambangi wajah rekan-rekannya sesama penghuni hutan. Ia pun tersenyum. “Apa kabar rekan-rekan?” ucap si kura-kura ramah.
“Teman, tidakkah sebaiknya kau simpan rumahmu selagi kamu jalan. Kamu jadi begitu lambat,” ucap kancil lebih sopan. Ucapan kancil itulah yang akhirnya menghentikan langkah kura-kura. Ia seperti ingin mengucapkan sesuatu.
“Tak mungkin aku melepas rumahku,” suara kura-kura begitu tenang. “Inilah jatidiriku. Melepas rumah, berarti melepas jatidiri. Inilah aku. Aku akan tetap bangga sebagai kura-kura, di mana pun dan kapan pun!” jelas si kura-kura begitu percaya diri.
**
Menangkap makna hidup sebagai sebuah pertarungan, memberikan sebuah kesimpulan bahwa merasa tanpa musuh pun kita sebenarnya sedang bertarung. Karena musuh dalam hidup bisa berbentuk apa pun: godaan nafsu, bisikan setan, dan berbagai stigma negatif. Inilah pertarungan yang merongrong keaslian jatidiri: sebagai muslim, aktivis, dan dai.
Pertarungan tanpa kekerasan ini bisa berakibat fatal dibanding terbunuh sekali pun. Karena orang-orang yang kalah dalam pertarungan jatidiri bisa lebih dulu mati sebelum benar-benar mati. Ia menjadi mayat-mayat yang berjalan.
Bagian terhebat dari pertarungan jatidiri ini adalah orang tidak merasa kalah ketika sebenarnya ia sudah mati: mati keberanian, mati kepekaan, mati spiritual, mati kebijaksanaan, dan mati identitas.
Karena itu, tidak heran jika kura-kura begitu gigih mempertahankan rumah yang membebaninya sepanjang hidup. Walaupun karena itu, ia tampak lamban. Walaupun ia diserang ejekan. Kura-kura punya satu prinsip yang terus ia perjuangkan: inilah aku! Isyhaduu biannaa muslimiin. (mnuh)
Rabu, 19 November 2008
Rumah ke-2 ku...



yaaa...,beginilah bentuk rumah keduaku dengan desaign interior yang sangat sederhana bersekatkan hanya sebuah white board yang memisahkan ruangan utama dengan ruangan lainnya, ya seperti inilah yang dulu pernah dikenal dikalangan mahasiswa jurusan Teknik Komputer UNIKOM khususnya mahasiswa baru dengan sebutan Lab Hardware itu.
Tapi ruangan inilah yang nantinya akan mencatatkan namanya di sejarah hidupku kelak, suka duka pernah ku alami diruangan ini mulai dari perjalanan awal kuliah sampai dengan pengerjaan proggres Tugas Akhirku ruangan inilah yang menemaniku, ruangan ini juga yang selalu memberikan kehangatan dan keakraban antara aku dengan dosen dan sesama penghuni ruangan ini, ruangan ini pula yang menjadi saksi bisu terjadinya perubahan pola pikir seseorang yang dulunya hanya seorang yang bisa dibilang culun oleh teman-temannya menjadi seorang yang selalu bersemangat untuk terus memperbaiki dirinya....huhhhh...sungguh luar biasa ruangan ini banyak sekali keajaiban yang terjadi diruangan ini...
Tapi ruangan inilah yang nantinya akan mencatatkan namanya di sejarah hidupku kelak, suka duka pernah ku alami diruangan ini mulai dari perjalanan awal kuliah sampai dengan pengerjaan proggres Tugas Akhirku ruangan inilah yang menemaniku, ruangan ini juga yang selalu memberikan kehangatan dan keakraban antara aku dengan dosen dan sesama penghuni ruangan ini, ruangan ini pula yang menjadi saksi bisu terjadinya perubahan pola pikir seseorang yang dulunya hanya seorang yang bisa dibilang culun oleh teman-temannya menjadi seorang yang selalu bersemangat untuk terus memperbaiki dirinya....huhhhh...sungguh luar biasa ruangan ini banyak sekali keajaiban yang terjadi diruangan ini...
Sabtu, 15 November 2008
Catatan Rilis BlankOn 4.0 (Meuligoe)
Jakarta, 15 November 2008.
Setelah dikembangkan dalam 6 bulan terakhir saat ini Tim BlankOn dengan ini mengumumkan peluncuran versi rilis dari BlankOn 4.0 (Meuligoe), "Fajar baru perangkat lunak legal dan kreatif, untuk dan oleh anak negeri".
BlankOn kali ini menggunakan kode nama Meuligoe (cara baca: meu-ligo) yang berasal dari bahasa Aceh, dalam rilis Meuligoe ini BlankOn menggunakan tema kebudayaan Aceh sebagai tampilan utamanya. Dalam rilis Meuligoe, BlankOn melakukan perubahan fundamental yang meliputi dibuatnya website pusat pengembangan BlankOn yang sebelumnya berada di Launchpad.net, penyegaran logo, warna dasar, pembuatan forum pengguna, dibangunnya gudang berkas iso harian, dikeluarkanya versi alternate dan Live CD secara bersama-sama. Ahmad Haris, seorang pengembang yang berlokasi di Aceh mengatakan, "Infrastruktur teknologi informasi yang dibangun di Aceh sangat mendukung sekali untuk mengembangkan open source. Belum lagi dengan adanya dukungan dari Kantor Dinas Dishubkomintel yang memberikan laboratorium komputernya untuk bisa dipakai komunitas linux disini. Tidak hanya itu saja, server-server di Kantor BPDE pun dikelola oleh pemerintah dengan dukungan komunitas.". Kemudian Ahmad Haris yang mengusulkan Aceh sebagai tema BlankOn 4.0 Meuligoe melanjutkan: "Dari situ saya memiliki wacana untuk mengusulkan kalau rilis BlankOn 4 menggunakan corak khas Aceh agar masyarakat disini bisa belajar dan familiar dengan BlankOn yang dari sananya dibuat untuk kebutuhan rakyat Indonesia dibidang komputer pada umumnya."
Bersamaan dengan rilis ini juga BlankOn melakukan lomba ketangkasan dan keterampilan yang dinamakan dengan Tantangan BlankOn yang berhadiah total senilai 20 Juta, Tantangan ini di sponsori oleh Yayasan Air Putih dan YPLI yang di maksudkan untuk mengkaderisasi dan meningkatkan kualitas SDM pemuda dikarenakan target peserta tantangan BlankOn adalah Mahasiwa dan pelajar sehingga diharapkan pengembang BlankOn dapat melakukan regenerasi dan kaderisasi.
"BlankOn adalah karya kreatif anak negeri yang patut mendapat banyak dukungan dan dikembangkan, diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kesadaran tinggi untuk meningkatkan kualitas dunia TI di Indonesia" ujar Galuh salah satu anggota pengembang Blankon. "Saya malah membayangkan klo suatu saat BlankOn bisa sangat dibutuhkan oleh orang Indonesia karena kemudahan dan keunikannya,mungkin suatu saat dunia kesehatan bakal memakai komputerisasi dengan sistem berbasis BlankOn untuk melakukan tindakan medis." lanjut Galuh yang juga calon dokter dan satu-satu nya pengembang wanita di BlankOn Linux.
BlankOn 4.0 Meuligoe menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama yang digunakan pada antarmukanya dan diharapkan dapat menjadi alat sosialisasi istilah-istilah bidang komputer pada Bahasa Indonesia yang selama ini dianggap aneh dan membingungkan.
== Catatan Rilis ==
Catatan Rilis BlankOn 4.0 Meuligoe ada di halaman:
http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/4/CatatanRilis
== Unduh BlankOn ==
BlankOn 4.0 (Meuligoe) dapat diunduh dari halaman Unduh pada situs www.BlankOnLinux.or.id, baik dari situs utama maupun dari situs cermin lainnya yang terdaftar pada halaman http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/4/Cermin
Atas nama Tim Pengembang BlankOn 4.0 Meuligoe: Muhammad Bayu a.k.a RameTux
=========================================================================================
Setelah dikembangkan dalam 6 bulan terakhir saat ini Tim BlankOn dengan ini mengumumkan peluncuran versi rilis dari BlankOn 4.0 (Meuligoe), "Fajar baru perangkat lunak legal dan kreatif, untuk dan oleh anak negeri".
BlankOn kali ini menggunakan kode nama Meuligoe (cara baca: meu-ligo) yang berasal dari bahasa Aceh, dalam rilis Meuligoe ini BlankOn menggunakan tema kebudayaan Aceh sebagai tampilan utamanya. Dalam rilis Meuligoe, BlankOn melakukan perubahan fundamental yang meliputi dibuatnya website pusat pengembangan BlankOn yang sebelumnya berada di Launchpad.net, penyegaran logo, warna dasar, pembuatan forum pengguna, dibangunnya gudang berkas iso harian, dikeluarkanya versi alternate dan Live CD secara bersama-sama. Ahmad Haris, seorang pengembang yang berlokasi di Aceh mengatakan, "Infrastruktur teknologi informasi yang dibangun di Aceh sangat mendukung sekali untuk mengembangkan open source. Belum lagi dengan adanya dukungan dari Kantor Dinas Dishubkomintel yang memberikan laboratorium komputernya untuk bisa dipakai komunitas linux disini. Tidak hanya itu saja, server-server di Kantor BPDE pun dikelola oleh pemerintah dengan dukungan komunitas.". Kemudian Ahmad Haris yang mengusulkan Aceh sebagai tema BlankOn 4.0 Meuligoe melanjutkan: "Dari situ saya memiliki wacana untuk mengusulkan kalau rilis BlankOn 4 menggunakan corak khas Aceh agar masyarakat disini bisa belajar dan familiar dengan BlankOn yang dari sananya dibuat untuk kebutuhan rakyat Indonesia dibidang komputer pada umumnya."
Bersamaan dengan rilis ini juga BlankOn melakukan lomba ketangkasan dan keterampilan yang dinamakan dengan Tantangan BlankOn yang berhadiah total senilai 20 Juta, Tantangan ini di sponsori oleh Yayasan Air Putih dan YPLI yang di maksudkan untuk mengkaderisasi dan meningkatkan kualitas SDM pemuda dikarenakan target peserta tantangan BlankOn adalah Mahasiwa dan pelajar sehingga diharapkan pengembang BlankOn dapat melakukan regenerasi dan kaderisasi.
"BlankOn adalah karya kreatif anak negeri yang patut mendapat banyak dukungan dan dikembangkan, diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kesadaran tinggi untuk meningkatkan kualitas dunia TI di Indonesia" ujar Galuh salah satu anggota pengembang Blankon. "Saya malah membayangkan klo suatu saat BlankOn bisa sangat dibutuhkan oleh orang Indonesia karena kemudahan dan keunikannya,mungkin suatu saat dunia kesehatan bakal memakai komputerisasi dengan sistem berbasis BlankOn untuk melakukan tindakan medis." lanjut Galuh yang juga calon dokter dan satu-satu nya pengembang wanita di BlankOn Linux.
BlankOn 4.0 Meuligoe menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama yang digunakan pada antarmukanya dan diharapkan dapat menjadi alat sosialisasi istilah-istilah bidang komputer pada Bahasa Indonesia yang selama ini dianggap aneh dan membingungkan.
== Catatan Rilis ==
Catatan Rilis BlankOn 4.0 Meuligoe ada di halaman:
http://dev.blankonlinux.or.id/
== Unduh BlankOn ==
BlankOn 4.0 (Meuligoe) dapat diunduh dari halaman Unduh pada situs www.BlankOnLinux.or.id, baik dari situs utama maupun dari situs cermin lainnya yang terdaftar pada halaman http://dev.blankonlinux.or.id/
Atas nama Tim Pengembang BlankOn 4.0 Meuligoe: Muhammad Bayu a.k.a RameTux
=========================================================================================
== Kontak Pers ==
Silakan berkirim surat elektronik ke alamat pers@blankonlinux.or.id.
== Tentang YPLI ==
YPLI adalah organisasi nirlaba yang bergerak dalam pengembangan perangkat lunak dan sumber daya manusia di bidang Linux, dan Perangkat Lunak Bebas/Terbuka (FOSS) di Indonesia.
== Tentang Ubuntu Indonesia ==
Komunitas Ubuntu Indonesia merupakan komunitas para pengguna Ubuntu yang dibentuk untuk membantu mempromosikan Ubuntu di Indonesia. Saat ini Komunitas Ubuntu Indonesia telah secara resmi diakui sebagai Ubuntu Local Community (LoCo) Team oleh Ubuntu.
Linux adalah merek dagang terdaftar milik Linus Torvalds. Ubuntu and Canonical adalah merek dagang terdaftar milik Canonical Ltd. Merek dagang dan hak cipta lain yang dirujuk catatan ini adalah kepunyaan masing-masing pemiliknya.
NB: Selengkapnya di http://blankonlinux.or.id/
Langganan:
Postingan (Atom)





