Jumat, 05 Desember 2008

Ekspedisi MDGS Kepulauan 2008-2009

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Sayangnya, selama tiga dekade, kawasan pesisir dan kepulauan telah dianaktirikan dalam pembangunan. Akibatnya, kawasan yang kaya sumberdaya alam ini justru menjadi kantong-kantong kemiskinan dengan kualitas SDM yang rendah, infrastruktur dan fasilitas yang sangat terbatas dan cenderung terisolasi. Kebijakan, anggaran, program, maupun fokus perhatian pembangunan belum bergaung di sana.
MDGs sebagai kendaraan pengurangan kemiskinan. Millennium Development Goals (MDGs) sebagai komitmen global pengurangan kemiskinan, memegang peran sentral sebagai tools, vehicle, sekaligus sebagai icon untuk misi pengurangan kemiskinan secara terukur dan terstruktur. Sayangnya, MDGs ini belum bergema di pesisir dan kepulauan. Untuk itu, dibutuhkan suatu komitmen kongkret disertai aksi nyata sebagai momentum untuk menggerakkan pembangunan di pesisir dan kepulauan sekaligus menginspirasi agar upaya pengentasan kemiskinan menjadi domain semua pihak; baik pemerintah, swasta, donor maupun masyarakat.
Kolaborasi Multi-pihak. Format kemitraan multi-pihak (public-private partnerships) dalam berbagai bentuknya adalah elemen kunci untuk merealisasikan strategi pembangunanyang nyata, lebih efisien dan efektif dan memberikan manfaat dan dampak yang lebih.
Ekspedisi MDGs Kepulauan di 100 pulau/pesisir dapat berperan sebagai pemicu (trigger), katalisator dan akselerator untuk membuka mata semua pihak dan merangkai kemitraan pembangunan yang lebih peduli/sensitif terhadap masyarakat pesisir dan kepulauan. Disisi lain, ekspedisi ini mencoba mengobarkan jiwa kebaharian kita sebagai negara kepulauan.

Sumber :
http://ekspedisi.mdgs-indonesia.net

Tidak ada komentar: